Selasa, 03 Desember 2013

BUMI YANG MENANGIS

                  Tetesan air dibumi terus membasahi bumi. Terserap perlahan-lahan kedalam tanpa batas. Aku hanya dapat melihat dari kejauhan dan mempelajari tentang fenomena alam ini. Bumi yang terus menangis dan bumi yang terus mengering. Bagaikan bencana yang terus melanda,  namun kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin sang bumi menunggu dan berharap  pada langit bahwa suatu saat mereka dapat bersatu. Bumi yang memikirka dan meratapi keberhentian dia , menenggu dan mengharapkan langit. Namun saat langit datang , tangisan yang diberikan seusap kata maaf yang mendalam bahwa kejadian mereka harapkan tidakkan terjadi. Menangis dan terus menangis hingga bumi yang kering dan retak-retak yang dia dapat sedikit demi sedikit dapat terobati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar