Tetesan
air dibumi terus membasahi bumi. Terserap perlahan-lahan kedalam tanpa batas. Aku
hanya dapat melihat dari kejauhan dan mempelajari tentang fenomena alam ini. Bumi
yang terus menangis dan bumi yang terus mengering. Bagaikan bencana yang terus
melanda, namun kita tidak tahu apa yang
sebenarnya terjadi. Mungkin sang bumi menunggu dan berharap pada langit bahwa suatu saat mereka dapat
bersatu. Bumi yang memikirka dan meratapi keberhentian dia , menenggu dan
mengharapkan langit. Namun saat langit datang , tangisan yang diberikan seusap
kata maaf yang mendalam bahwa kejadian mereka harapkan tidakkan terjadi. Menangis
dan terus menangis hingga bumi yang kering dan retak-retak yang dia dapat
sedikit demi sedikit dapat terobati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar